Napak Tilas Perjalanan Pemikiran dan Pendirian MA Darul Ulum Banyuanyar
"Madrasah Aliyah dilatarbelakangi prinsip dan keinginan untuk memberlakukan secara berimbang antara ilmu pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan umum sehingga tidak ada istilah dikotomisasi ilmu."
MA Darul Ulum Banyuanyar yang terletak di Poto’an Daya, Palengaan, Pamekasan secara resmi didirikan pada tanggal 26 Juli 1983. Pendirian lembaga ini dirintis langsung oleh KH. Muhammad Syamsul Arifin selaku pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.
Langkah visioner ini diambil sebagai respons nyata terhadap tuntutan zaman yang semakin pesat serta kebutuhan masyarakat yang kian kompleks. Masyarakat luas sangat mengharapkan pendidikan di pondok pesantren tidak hanya melahirkan insan yang mumpuni di bidang agama (tafaqquh fiddin), melainkan juga memiliki kompetensi global dan kecakapan hidup (life skill) agar minimal mampu beradaptasi dengan laju perkembangan zaman yang dinamis.
Melalui modifikasi kurikulum muatan lokal pesantren yang dipadukan secara harmonis dengan kurikulum Departemen Agama (Kemenag), MA Darul Ulum Banyuanyar tumbuh menjadi institusi yang sangat diterima oleh masyarakat. Kepercayaan publik yang tinggi ini terbukti dari grafik jumlah siswa yang terus mengalami lonjakan signifikan dari tahun ke tahun.
Peletakan batu pertama sistem integrasi sains-agama tanpa dikotomisasi ilmu.
Setahun pasca berdiri, madrasah langsung membuka Program Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Membuka rintisan Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) seiring dengan tingginya animo santri.